Sabtu, 07 Juni 2014

Acara Isra' Mijraj SMAN 1 Mandau

Ketika Bapak Ustadz sedang Memuhasabah para Siswa/i SMAN 1 Mandau (Rabu, 28 Mei 2014)


           







Perwakilan ROHIS SMAN 1 dan OSIS SMA N 1dalam menghadiri acara Isra' Mi'raj di Mesjid Raya Arafah (Sabtu, 31 Mei 2014)


Andai perjuangan ini mudah, pasti banyak yang menyertainya.
Andai perjuangan ini singkat pasti banyak yang istiqomah.
Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan dunia pasti banyak orang yang tertarik padanya.
Tetapi hakikat perjuangan bukanlah begitu, turun naiknya, sakit pedihnya, umpama kemanisan yang tidak terhingga.
Jika lelah, segeralah, bangkitlah segera. Andai terluka, ingatlah Janji-Nya"

(Hasan Al Banna)

Sabtu, 08 Februari 2014

STRUKTUR ORGANISASI ROHIS MASA BAKTI : 2013 - 2014

Assallamu'alaikum wr wb
Kali ini saya akan memposting STRUKTUR ORGANISASI ROHIS MASA BAKTI : 2013/2014 yaitu :


PEMBINA ROHIS                            : ASWINDA, S.Pd.I


KETUA UMUM                                 : HADI PURNOMO
WAKIL KETUA UMUM                    : M. RONI AGUS SYAHPUTRA
WAKIL KETUA UMUM II                : KHASBY ASYRAF
SEKRETARIS UMUM                       : SYIFA NUR SYAHBANI
BENDAHARA UMUM                       : INDRIANI DIANINGSIH
DANA USAHA                                  : ZULFA AFRIYANTI
KESEKRETARIATAN                        : ANISA RESVIARNI

           1.      DEPARTEMEN KADERISASI
KOOR  : ALBIS YA ALBI
              IID FITRIA SURYANI       
              FITRI RAHMADENI
              FADHLULLAH NURY

          2.      DEPARTEMEN SENI BUDAYA DAN KREATIVITAS ISLAM (SEBUDKRAFI)
KOOR : YOGA KHARISMA PRASETYA WIDYODININGRAT
              HAFIDZ ABDUL ‘ALIM
              RIZKI HAKIKI
              FEBRINA WIDIA ASTUTI
              MAYA LATIVAH
              RAHMAD SYAH PUTRA

          3.      DEPARTEMEN HUMAS
KOOR : JLADRI QOBUS DARROJATUN MULYASARA
              AGUNG SUKARNA
              SUKENDO KURNIA PRATAMA
              AYU SYAFITRI
              MAYSA FITRI

    4.    DEPARTEMEN KEPUTRIAN
KOOR : BETRI AL-FAHMA
              PUTRI MARDHATILLAH
               DIANA LESTARI
               SHABRINA NOVELLY




           5.      DEPARTEMEN MENTORING DAN DAKWAH
KOOR : SYAHRUL RAMADHAN
              ILHAM AMANULLAH
              DENNY ADRIANSYAH
              KARTIKA SWANDAYANI
              BELA IDAYANTI

           6.      DEPARTEMEN SOSIAL, SARANA DAN PRASARANA (S2O)
KOOR : TEGAR PRATAMA
              AURELIYA AMALIYAH TARUMIYO
              FIRDA ANNISA
              M. HASBI

           7.      REDAKSI ROHIS
PIMPINAN REDAKSI           : FAUZAN AZHARI
DIVISI WARTAWAN            : ARI ASRIYANTO
                                               LELI SYAFRIANI
SIRKULASI                         :  DONNY BASDYO
EDITOR                               :  FARHAN ADHISA
 

Kamis, 30 Januari 2014

Hukum Laki -Laki Memanjangkan Rambut, Memakai Kalung, dan Gelang



Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Pertanyaan:
Tren yang berbahaya telah menyebar di kalangan pemuda, yaitu membiarkan rambut mereka panjang dengan alasan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di mana dulunya beliau memanjangkan rambut, demikian juga sebagian mereka memakai kalung, gelang serta celana panjang ketat. Apakah Anda bisa memberi bimbingan dan nasehat kepada mereka?




Jawab:
Jika niat memanjangkan rambut itu tumbuh karena ingin mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sangat penting baginya untuk kembali ke hadits-hadits yang menyebutkan ini serta kembali pula kepada penjelasan para ulama. Hendaknya dia juga memanjangkan rambutnya sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah agar sesuai dengan pemahaman dan pengikutan yang benar.
Adapun para pria memakai kalung dan gelang, maka perkara ini tidak boleh karena di dalamnya terdapat perbuatan meniru kaum wanita, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang-orang laki-laki yang menyerupai perempuan.
Adapun laki-laki memakai celana, maka (dalam hal ini) ia harus mengikuti kebiasaan orang di negerinya [1], dan kami nasehatkan agar para lelaki untuk menjaga penampilannya yang maskulin dan menjaga dirinya agar tidak terjatuh pada penampilan feminim, meniru para wanita serta meniru orang-orang kafir.
Sumber: Majalah ad-Da`wah – Q1, 23 Syawwal 1428
Catatan:
[1] Tentu saja selama kebiasaan di negerinya tidak bertentangan dengan syariat –ed.

Template by:
Free Blog Templates